Tampilkan postingan dengan label Hilux Double Cabin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hilux Double Cabin. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Januari 2009

Toyota Double Cabin Meluncur Januari Dibanderol Sekitar Rp260juta


Sesuai rencana awal, tadinya PT Toyota Astra Motor (TAM) akan meluncurkan produk barunya Desember ini. Namun kencangnya tiupan badai krisis ekonomi dari Amerika, membuat ATPM Toyota itu memundurkan jadwal peluncurannya Januari 2009 ini.

Produk terbaru TAM itu adalah Toyota Hilux Double-Cab (D-Cab). "Tidak ada acara launching khusus dan kita belum tahu kondisi pasarnya. Hadir di pasaran mobil Indonesia Januari ini," sebut General Manager MP&CR PT TAM Widyawati kepada Kompas.com.

Ketika Agustus lalu, Kompas.com sudah membocorkan perihal kehadiran Hilux D-Cab ini. Dari berbagai sumber, termasuk majalah Autobild Indonesia menyebutkan kalau mesin yang diusung berkapasitas 2.494 cc 4 silinder D4-D bertransmisi dua model, yakni otomatis (4-speed) dan manual 5-speed yang dilengkapi sistem gerak empat roda (4WD).

Ketika ditanya soal harga, Widyawati menyebutkan sekitar Rp260-an juta. "Auto 2000 belum tuntas melakukan perhitungan harganya," tegasnya.
Sumber : Kompas
Read More..

Senin, 24 November 2008

Toyota Double Cabin Hadir Akhir Tahun



Selasa, 26/8/2008 | 17:34 WIB

JAKARTA, SELASA - Ketika pasar mobil di Indonesia lagi tren dengan kendaraan pick up double cabin sekitar dua tahun lalu, Toyota bukannya tidak tertarik.PT Toyota Astra Motor (TAM) sebagai agen pemegang merek Toyota ikut bermain dengan menyodorkan Hi Lux, pick up single cabin sebagai produk sampingan yang hanya untuk memenuhi kebutuhan pertanian dan pertambangan.

"Kita bukannya tidak tertarik, hanya Toyota double cabin menggunakan teknologi common-rail," jelas Johnny Darmawan, Presiden Direktur PT TAM. Kala itu, pihaknya berantem terus dengan Toyota Jepang.

Pasalnya, kendaraan double cabin Toyota menggunakan Pertadex. Bahan bakar jenis solar yang memiliki kadar sulfurnya rendah dan nilai cetan tinggi. Kendalanya, tidak banyak pompa bensin menjual Pertadex. Malah, dari enam station yang ada di Jakarta dan Bandung, konon katanya tersisa satu, itu pun di Bandung. Harga per-liternya lebih mahan dari Pertamax plus.

Kalau pun toyota double cabin jadi masuk, ia harus memakai Pertadex. Bahan bakar jenis solar dengan kadar sulfurnya rendah dan nilai cetan tinggi. Kendalanya, tidak banyak SPBU menyediakan Pertadex. Bahkan harganya lebih mahal dari Pertamax Plus. 

Itu cerita dulu, sekarang apakah Toyota masih berminat masukkan double cabin? "Ada rencana, diperkirakan akhir tahun ini," bocor Johnny.

sumber : kompas
Read More..

Followers

 

INFORMASI TOYOTA. Copyright 2008 All Rights Reserved Rudy Sunaryo