Rabu, 21 Januari 2009

Pencapaian Toyota di 2008 - Tetap Memimpin Pasar Otomotif Nasional


Jakarta - Tahun 2008 merupakan tahun yang sangat luar biasa bagi PT Toyota Astra Motor. Pada tahun ini berbagai prestasi berhasil diraih oleh Toyota. Total penjualan sebesar 212.150 unit yang merupakan rekor penjualan Toyota dalam beberapa tahun belakangan ini pun berhasil dicapai. Dan yang semakin membanggakan adalah produk-produk Toyota yang berhasil mencatatkan angka penjualan teratas di kelasnya yang menjadikan produk tersebut sebagai pemimpin pasar di kelasnya masing-masing, seperti Camry, Kijang Innova, Avanza, Rush dan Vios.

Pada tahun 2008 ini penjualan Toyota berhasil menembus angka 212.250 unit (34,9%), meningkat dari penjualan tahun 2007, sebesar 150.677 (34,7% market share). Prestasi ini menunjukan keberhasilan Toyota menembus target penjualan tahun 2008 yaitu 34%, sekaligus merupakan prestasi penjualan tertinggi Toyota selama 5 tahun terakhir.

“Kami bersyukur, pencapaian ini merupakan refleksi meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap layanan dan produk terbaik Toyota, bahkan di saat kondisi pasar otomotif tidak terlalu kondusif. Toyota menjadi no.1 di kategori sedan dan 4x2,” ucap Johnny Darmawan, Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor

Di kelas sedan, Toyota berhasil menjadi jawara. Untuk kelas medium sedan, Camry berhasil menjadi pemimpin dengan total angka penjualan 2008 sebanyak 3.190 unit atau berhasil menguasai market share sebesar 44%. Sedangkan di kelas mini sedan, Vios menjadi yang terbaik dengan total penjualan selama 2008 sebesar 6.098 unit atau menguasai pangsa pasar 46,6%. Hal ini membuktikan Vios sang “Fuelsaver & Speedmaker” diminati oleh konsumen di Indonesia karena memiliki fitur yang canggih, mewah, nyaman dan tentunya merupakan sedan yang memiliki best value. Prestasi lainnya dari sedan Toyota adalah berhasil diraihnya predikat Indonesian Car of The Year untuk kelas Best Small Sedan yang diraih oleh Corolla Altis.

Di kelas MPV, Toyota tetap yang terbaik. Kijang Innova tetap menjadi raja di kelasnya dengan total penjualan 2008 sebesar 51.189 unit atau menguasai 64,4% pangsa pasar. Sedangkan Sang Fenomenal, Avanza, menjadi mobil terlaris selama 3 tahun berturut-turut dengan total penjualan 2008 sebesar 85.535 unit (51,8%). Avanza pun berhasil memecahkan rekor yang berhasil meraih penjualan lebih dari 280.000 unit hanya dalam waktu kurang dari 5 tahun yang semakin membuat Avanza menjadi kendaraan paling fenomenal di Indonesia.

“Toyota sangat bersyukur dan berterima kasih, terutama kepada rekan-rekan media, karena tercapainya hal tersebut berkat kerjasama dan dukungan yang tak henti-hentinya dari seluruh rekan-rekan media. Mengawali tahun 2009 ini, semoga kerjasama dan dukungan yang terjalin dengan rekan-rekan media semakin erat, “ tambah Johnny Darmawan.

Read More..

Toyota Hilux 4x4 Double Cabin: The Toughest Pick Up With Global Reputation


Jakarta - PT Toyota Astra Motor kembali meluncurkan kendaraan andalannya dari keluarga IMV (Innovative International Multipurpose Vehicle) yaitu Toyota Hilux 4x4 Double Cabin (D-Cab). Kendaraan yang merupakan penambahan dari varian Hilux 4x2 Single Cabin dan mampu mengangkut lima orang penumpang ini sangat kuat dan tangguh di segala medan yang didukung mesin Diesel bertipe 1KD-FTV dengan kapasitas 3.000 cc dan dilengkapi turbo intercooler yang mampu menghasilkan tenaga dan performa yang maksimal. Dengan desain eksterior yang proporsional, dinamis, dan modern serta desain interior yang mewah dan nyaman, hilux siap untuk menjadi pusat perhatian di Indonesia.

Peluncuran Hilux 4x4 Double Cabin merupakan perwujudan dari komitmen Toyota untuk selalu memberikan kebahagiaan dan kehidupan yang lebih baik bagi semua orang, antara lain dengan selalu memberikan produk terbaik dan layanan berkualitas. Hilux 4x4 Double Cabin menjadi salah satu perwujudan upaya Toyota dalam berinovasi dan memberikan yang terbaik bagi pelanggan, khususnya bagi segmen produk kendaraan double cabin di Indonesia yang semakin berkembang.

”Dengan semakin berkembang dan ketatnya pasar kendaraan double cabin di Indonesia, kehadiran Hilux 4x4 D-Cab merupakan angin segar bagi pecinta kendaraan double cabin, dengan performa yang tangguh, kuat namun juga memberikan kenyaman, kami yakin Hilux 4x4 D-Cab akan diminati di Indonesia,” ucap Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor, Johnny Darmawan.

Hilux 4x4 D-Cab hadir dengan grade E yang didukung oleh mesin Diesel bertipe 1KD-FTV dengan kapasitas 3.000 cc, 4 silinder DOHC 16 valve, Common Rail Direct Injection, Variable Nozzle turbo intercooler yang mampu menghasilkan tenaga dan performa yang tinggi sebesar 163 ps/3.400 rpmserta Torsi 343 kgm / 1.400 - 3.400 rpm bertransmisi manual 5 percepatan dengan penggerak 4x4 (4WD), akan memberikan sensasi yang luar biasa saat berkendara di segala medan.

Pilihan warna yang ditawarkan dari Hilux 4x4 D-Cab ini adalah white, silver metallic, beige metallic, dark green metallic, black mica, medium gray metallic dan blue metallic.

Tampilan gagah tampak pada desain eksterior yang menggambarkan kesan tegas, proporsional, dinamis dan modern. Desain yang streamline dengan tampilan bonnet yang agresif dan tampak kokoh dengan lekukan tegas pada kap mesin. Pada kap mesin juga terdapat air scoop yang mampu menegaskan desain tersebut. Sedangkan kesan elegan dan mewah terdapat pada desain interior nya, sempitnya baris kedua yang biasanya menjadi masalah pada mobil-mobil double cabin tidak terjadi pada Hilux 4x4 D-Cab, lapang nya baris kedua dari Hilux 4x4 D-Cab semakin menambah kenyamanan dari 5 penumpang yang dibawanya.

Hilux 4x4 D-Cab juga dilengkapi dengan air conditioner, dan audio 2 DIN CD Player dengan 4 speaker didalamnya. Desain combination meter dari Hilux D-Cab juga menampilkan kesan gagah dengan triple-dial independent analog display type, sedangkan sistem power window nya menganut sistem jam protection yang akan mencegah terjepitnya sesuatu saat menaikan jendela.

Peluncuran Hilux 4x4 D-Cab ini merupakan wujud komitmen Toyota untuk selalu menghadirkan yang terbaik dalam produk maupun layanan. ”Sebagai wujud terimakasih Toyota atas kepercayaan yang diberikan masyarakat Indonesia, Toyota terus menghadirkan innovasi-innovasi produk yang tentunya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia saat ini. Kami berharap Hilux 4x4 D-Cab dapat menjadi pilihan terbaik di Indonesia di kelasnya,” tambah Johnny Darmawan.

Hadirnya Hilux 4x4 D-Cab di Indonesia diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan yang terbaik bagi penggemar kendaraan double cabin yang kuat, bertenaga, nyaman dan berperforma tinggi, yang akan menjadikan Hilux 4x4 D-Cab sebagai The Incredible Hilux.


Read More..

Masih Tertutupnya Tirai Hilux


Jakarta 21/1/09 – Peluncuran Toyota Hilux 3.000 cc bermesin turbo intercooler mendapat sambutan meriah dari puluhan wartawan. Acara peluncuran yang berlangsung di kawasan golf Senayan tak urung menarik perhatian para pecinta golf yang penasaran dengan sosok Hilux.

Padahal wujud Hilux yang diluncurkan PT Toyota Astra Motor masih tertutup dengan tirai bernuansa dedaunan. Untuk melihatnya secara detil tentu menunggu menit-menit peluncurannya.


Seperti apa sosok kemewahan Hilux dengan segala fiturnya? Kita tunggu saja beberapa saat lagi.

Dijamin para pecinta mobil-mobil macho akan terpesona dengan double cabin yang yang memiliki kemampuan segala medan ini. (*)
Read More..

Selasa, 20 Januari 2009

Passo Sette - Mini MPV 7 Penumpang Terbaru Dari Toyota


Toyota Motor Corporation (TMC) dan Daihatsu Motor Co Ltd (DMC), pada Natal, 25 Desember 2008, meluncur produk terbaru mereka, kendaraan 7 penumpang dengan tiga deret tempat duduk untuk pasar Jepang. Kedua perusahaan menggunakan nama masing-masing untuk produk baru ini. Toyota menamakannya dengan Passo Sette (bahasa Italia, Sette berarti tujuh) sedangkan Daihatsu memberi label Boon Luminas (gabungan dari dua kata Inggris: roomy dan luminious).

Meski 7 penumpang, TMC dan DMC tidak menjelaskan kategori kendaraan ini sebagai mini MPV. Dari penampilan, mobil ini mirip dengan saudaranya yang dibuat di Indonesia, Avanza dan Xenia. Untuk dimensi, Passo Sette dan Boon Luminas, sedikit lebih besar, tetapi lebih rendah (lihat tabel "Perbedaan Dimensi").

Seperti Avanza dan Xenia, Passo Sette dan Boon Luminas juga dibuat oleh Daihatsu. Meksi begitu, menurut kedua perusahaan, pengembangan produk dilakukan secara bersama-sama. Namun, Daihatsu lebih berperan karena punya pengalaman dan keahlian khusus membuat mobil-mobil kecil dan kompak. Diinformasikan pula, mobil ini dibuat oleh Daihatsu di Kyoto. Sedangkan target penjualan per bulan yaitu Toyota 3.000 unit dan Daihatsu 500 unit.

Mungkinkah ke Indonesia ? - Dari segi penampilan, Passo Sette dan Boon Luminas memang lebih oke dan mengarah ke mini MPV. Kemungkinan besar, mobil ini nantinya juga akan dipasarkan di Indonesia oleh Daihatsu. Diperkirakan tahun depan. Hal tersebut pernah dikemukakan oleh Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran PT. Astra Daihatsu Motor (ADM) ketika meluncurkan New Xenia atau Xenia Facelift pada September lalu.

"Tahun depan kita punya produk baru, MPV dengan dimensi antara Kijang dan Xenia,” pancingnya tanpa menambahkan keterangan. “Tunggu saja,” jelasnya ketika wartawan coba menggali informasi lebih dalam.

Perbedaan Dimensi Passo Sette/Boon Luminas dengan Avanza dan Xenia

erbedaan Dimensi Passo Sette/Boon Luminas dengan Avanza dan Xenia

Dimensi (mm)
Passo Sette/
Boon Luminas
Avanza/
Xenia
Panjang
4.1804.120
Lebar
1.6951.635 (1.630)
Tinggi
1.6201.695
Jarak Sumbu Roda
2.7502.655




Mesin Avanza 1.5 - Untuk mesin, sama dengan Avanza 1.5 liter. Tepatnya berkapasitas 1.495 cc. Tipenya pun hampir sama. Menurut rilis kedua perusahaan tersebut, mesin Passo Sette dan Boon Luminas adalah 3ZR-VE, sedangkan Avanza 1.5, tipenya 3SZ-VE.

Tenaga dan torsi yang dihasilkan mesin produk baru ini sama dengan Avanza 1.5 liter. Tenaga maksimum 109PS @ 6.000 rpm dan torsi 14,4 kg-m @ 4.400 rpm.

Saat rilis produk baru ini dikeluarkan, baik Toyota maupun Daihatsu tidak menyertakan foto interior. Hanya dijelaskan, mobil ini berukuran kompak dan interiornya lega. Panjang interior mencapai 2.550 mm.

Jarak antara jok depan dan belakang 1.630 mm, sedangkan jok kedua dibuat terpisah dengan jarak 150 mm. Lantai di depan jok deretan ketiga dibuat lebih rendah dan menciptakan ruang kaki yang lega.

Secara keseluruhan, mobil bisa memuat lima penumpang dengan ruang untuk barang yang cukup besar atau 7 penumpang dengan nyaman. Pintu belakang membuka sampai 935 mm dan dinilai cukup lincah karena radius putarnya 5,2 meter.

Sistem kunci tanpa harus menggunakan kunci untuk masuk ke dalam mobil. Kunci ini sekaligus berfungsi sebagai immobilizer. Toyota dan Daihatsu menawarkan tombol untuk menghidupkan dan mematikan mesin (standar pada Passo Sette G dan Boon Luminas CX dan CX Aero).

Peranti Keamanan - Di Jepang mobil ini dipenuhi berbagai perlengkapan pengaman aktif antara lain vehicle stability control (VSC) yang memonitor traksi dan secara otomatis mengontrol tenaga yang dikeluarkan mesin. Juga ada sistem pendistribusian tenaga rem yang disatukan dengan traction control (TRC) untuk mengontrol roda tidak spin saat pertama kali mobil dijalankan atau berakselerasi pada permukaan jalan lincin.

Untuk memindahkan tenaga, digunakan transmisi otomatis, 4 kecepatan yang dikontrol secara elektronik. Tambahan lain adalah indikator lampu Eco-Drive (Daihatsu) untuk menunjukkan kondisi mengemudi irit bahan bakar atau Eco-Vehicle Assessment System (Eco-VAS) untuk Toyota.

Di Jepang mobil ini ditawarkan dengan harga, Passo Sette 1,490,000 yen, Boon Luminas 1,535,000 yen. Kalau dikonversi ke rupiah pada kondisi sekarang, harganya mencapai Rp 190 juta. Namun, harga itu pantas karena perlengkapannya seabrek. Kalau dipasarkan di Indonesia, pasti banyak perlengkapan dipreteli agar harganya terjangkau. Yah... ditunggu aja !

Sumber : kompas Read More..

Toyota Double Cabin Diperkenalkan 21 Januari 2009



Setelah menunda dari Desember tahun lalu, PT Toyota Astra Motor akhirnya meluncurkan produk terbarunya Toyota Hilux 4x4 Double Cabin (D-Cab), di Zerah Golf Senayan, Jakarta, besok (Rabu 21/1). Kendaraan ini merupakan penambahan dari keluarga Innovative International Multipurpose Vehicle (IMV) yang sebelumnya sudah dipasarkan, yakni Hilux Single Cab 4x2.

Kendaraan kabin ganda ini mengusung mesin diesel tipe 1KD-FTV berkapasitas 3.000 cc, 4 silinder DOHC 16 katup dilengkapi turbo intercooler. Sehingga mobil ini menghasilkan tenaga dan performa terbaik sebesar 163 ps pada 3.400 rpm. Teknologi lain yang diusung mobil bertransmisi manual 5 percepatan ini Common Rail Direct Injection dan variable Nozzle Turbo Intercooler.

Kehadiran Hilux 4WD dijelaskan oleh Presdir PT Toyota Astra Motor Johnny Darmawan sebagai komitmen Toyota terus menghadirkan inovasi-inovasi produk yang tentunya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia saat ini. “Kami berharap Hilux 4x4 D-Cab dapat menjadi pilihan terbaik di Indonesia di kelasnya,” lanjutnya.

sumber : kompas
Read More..

New Toyota Yaris Meluncur Maret 2009



PT Toyota Astra Motor (TAM) berencana akan meluncurkan model terbaru dari hatchback andalannya, yakni, Yaris di sekitar bulan Maret 2009 mendatang.

Produk terbaru ini nantinya akan mengalami beberapa sentuhan penyempurnaan (minor change)pada beberapa bagiannya seperti sektor eksterior dan interiornya.

Di bagian luar atau eksterior Yaris terbaru nantinya akan dibuat menjadi lebih sporty dan stylis dari versi sebelumnya.

"Bagian grill dan lampu adalah bagian yang kemungkinan besar akan terkena sentuhan," ujar Ricky Martawijaya selaku Koordinator Sales Auto2000 wilayah DKI II ketika ditemui disela acara Yaris It's Show Time di FX'nter, Jakarta, Sabtu (20/12/2008).

Sementara untuk bagian interior, Ricky juga menjanjikan kesan yang lebih mewah pada Yaris terbaru nanti. "Interior yang diusung Yaris terbaru nanti akan lebih mewah dan lux dari Yaris versi sebelumnya," kata Ricky.

Sampai bulan November sendiri, Yaris sebagai sebuah hatchback andalan Toyota telah membukukan penjualan hingga 9800 unit. Dan bersaing secara langsung dengan hatchback lain seperti Honda Jazz dan Suzuki Swift.

Sumber : DetikOto
Read More..

Uji BBM Yaris - Antara Premium & Pertamax



Telah banyak media yang mengulas Toyota Yaris. Keunggulan akselerasi mesin dan stabilitas pengendaliannya kerap sekali dibicarakan. Begitu pula dengan konsumsi BBM-nya yang diklaim sangat irit karena bisa mencapai 12 km/liter di dalam kota.

Lalu bagaimana jika Toyota Yaris diajak menempuh perjalanan jauh luar kota Jakarta-Surabaya PP (pulang pergi)? Tentu sangat mengasyikkan mengingat Yaris di Indonesia kerap disebut mini MPV dan tak jarang disebut city car.
Dalam pengujian kali ini kami memutuskan untuk memakai BBM Premium dari Jakarta-Surabaya, dan gantian memakai Pertamax arah sebaliknya. Kira-kira mana yang lebih irit?

Tentu butuh waktu hari libur yang cukup untuk melakukan pengujian ala Jakarta-Surabaya PP. Maklum, jarak yang kami tempuh via jalur pantura bisa mencapai 1.600 km. Jadi momen liburan natal dan tahun baru lalu dapat kami gunakan untuk pengujian kali ini.
Saat memasuki Tol Cikampek SPBU km 57 di malam hari, kami sempatkan diri untuk melakukan pengecekan di Pos Jaga Toyota 24 Jam. Melalui tangan trampil mekanik Udin, Toyota Yaris yang kami kemudikan dinyatakan tak ada masalah dan siap melakukan perjalanan jauh. Usai mengisi penuh tangki BBM dengan Premium yang tak sampai Rp 200 ribu, perjalanan ke Surabaya segera kami lanjutkan.
Capai 170 km/jam
Perjalanan tengah malam tergolong lancar. Jalanan tidak terlalu padat hingga memberikan kesempatan bagi Yaris adu performa. Mulai akselerasi menyusul bus-bus malam berukuran besar hingga truk gandengan tidak ada masalah. Ukuran Yaris yang kompak ditunjang dengan akselerasinya yang responsif, semakin membuat kami yakin bahwa mobil ini juga layak diajak keluar kota.
Saat memasuki Cirebon barulah performa total Yaris dapat terasa maksimal. Di jalur tol Cirebon, Yaris dapat kami pacu hingga menembus kecepatan 170 km/jam. Ingin sekali menekan pedal gas lebih dalam, hanya saja barisan pintu keluar tol telah terlihat. Dengan terpaksa pedal rem pun harus terinjak agar dapat memberikan beberapa lembar ribuan Rupiah untuk petugas loket.

Tembus 16 km/liter

Tiba di Semarang pagi hari, kami memutuskan untuk sekadar keliling kota. Waktu itu jalanan mulai ramai dan saat melihat indikator BBM sudah tersisa satu bar, kami pun singgah di SPBU. Kembali pengisian secara full tank untuk mengetahui berapa konsumsi BBM selama perjalanan.
Takjub juga dengan hasil betapa iritnya konsumsi BBM Toyota Yaris. Jika dirata-rata selama perjalanan, perliter Premium bisa menembus 16 km. Padahal kami sering menekan pedal gas dalam-dalam.
Menjelang sore, kami pun tiba di Surabaya. Selama di Kota Pahlawan, kami sengaja berkeliling kota supaya indikator BBM segera menurun dan berkedip lampu merah. Namun konsumsi BBM Yaris yang super irit, memaksa kami dapat mengunjungi SPBU esok hari. Pasalnya hingga tiba di Surabaya di hari pertama, indikator BBM masih menyisakan dua bar.
Setelah merasa kondisi badan sudah bugar, keesokan harinya kami memutuskan untuk segera kembali ke Jakarta. Kali ini pengujian adalah bagaimana konsumsi BBM Yaris jika memakai Pertamax yang beroktan 92.
Dengan angka oktan yang lebih tinggi 4 digit dibandingkan Premium yang 88, kami sudah membayangkan bahwa performa Yaris akan lebih baik. Tepat sore hari, kami telah berada di Tol Surabaya dan kembali menyusuri jalan yang sama, yang telah kami lewati kemarin. Perjalanan kali ini lumayan padat karena boleh dikata kami berbarengan dengan bus-bus malam luar kota yang juga menuju Jakarta.
Cukup gemas juga melihat banyaknya iring-iringan bus malam di depan. Jalur pantura di Jawa Timur tergolong sempit dan hanya cukup untuk dua jalur saja. Lalu lintas yang lumayan ramai, justru menjadi kelebihan bagi Yaris. Dimensinya yang kompak dan performanya yang gesit, kami pun berhasil mendahului beberapa bus malam.
Jadi bisa dibayangkan pedal gas kerap sekali diinjak. Namun ada catatan menarik, cukup dengan menekan pedal gas secukupnya (tidak perlu dalam-dalam) dan upayakan putaran mesin berkisar 3.000 rpm, Yaris pun telah asyik diajak aksi salip menyalip. Tanpa terasa kami pun sampai di Tegal.
Saat memasuki SPBU, sesungguhnya masih ada beberapa bar pada indikator BBM. Hanya saja karena di SPBU ini terdapat Pertamax, maka kami memutuskan untuk melakukan pengisian ulang. Khawatir jika nanti sulit mendapatkan Pertamax.
Di pengukuran konsumsi BBM dengan Pertamax ini, kami kembali mendapatkan hasil yang fantastis. Rata-rata perliternya mencapai 17 km atau lebih baik 1 km bila dibandingkan dengan Premium. Padahal kondisi lalu-lintas dari Surabaya menuju Tegal lebih ramai dari biasanya.

Pakai Pertamax Capai 18 km/liter
Beruntung sekali menjelang tengah malam hingga pagi hari, lalu lintas cenderung lebih lenggang hingga kami pun kembali dapat mengajak Yaris berlari lebih kencang. Hebatnya lagi, pagi-pagi Subuh kami telah berada di Jakarta. Saat kembali melakukan pengukuran dengan mengisi BBM Pertamax, kali ini kami mendapatkan rekor 1 liter Pertamax bisa menempuh jarak 18 km! Benar-benar membuktikan bahwa Yaris tidak hanya asyik di ajak jalan-jalan keluar kota, tetapi juga sangat irit konsumsi BBM-nya.
Mungkin suatu hari nanti kami dapat menguji konsumsi BBM lain, tapi dengan Pertamax Plus ataupun dengan produk Shell maupun Petronas. Asalkan dengan catatan telah ada SPBU yang bersangkutan di sepanjang jalan.

Sumber : Toyota Indonesia
Read More..

Followers

 

INFORMASI TOYOTA. Copyright 2008 All Rights Reserved Rudy Sunaryo