Senin, 29 Desember 2008

AUTOCAR ROAD TEST: Kijang Innova, Varian terendah Innova menawarkan kenyamanan yang baik.


Tampaknya, saat ini adalah waktu yang tepat untuk membeli Toyota Kijang Innova bermesin diesel. Setelah sempat ditunda produksi dan penjualannya oleh PT Toyota-Astra Motor (TAM) sejak Februari 2007, karena menunggu perbaikan kualitas bahan bakar solar di Indonesia, sejak Agustus 2007 PT TAM kembali memperkenalkan Innova bermesin diesel. Sebelumnya, kualitas solar sempat menjadi persoalan rumit bagi Toyota karena mengakibatkan kinerja mesin diesel Innova tak optimal dan timbul keluhan dari pemakainya.

Di kelas mobil keluarga bermesin diesel, saat ini Innova memang hanya dihadapkan pada Isuzu Panther sebagai kompetitor kuatnya. Reputasi Panther sebagai pelopor kendaraan keluarga bermesin diesel mulai terganggu sejak kemunculan Kijang generasi keempat yang juga menawaikan mesin diesel. Kini, Kijang Innova bahkan melangkah lebih jauh dengan tawaran desain yang lebih baik dibandingkan Panther. Dan usai Innova dipercantik wajahnya oleh PT TAM di medio Agustus 2008, artinya sudah satu tahun mesin diesel yang diusung Innova membuktikan kiprahnya di Indonesia.

Tak hanya soal dapur pacu, Toyota juga meningkatkan tawaran kenyamanan bagi varian Innova yang hadir di Indonesia. Bahkan, varian terendah dari Innova (E) kini telah menyediakan penyejuk kabin double blower sebagai kelengkapan standarnya. Tak dipungkiri kelengkapan inilah yang memang sejak dulu menjadi salah satu permintaan kelengkapan favorit para konsumen mobil keluarga.

DESAIN & REKAYASA
Kijang generasi kelima ini punya sentuhan desain global Toyota yang tampil modern. Kijang Innova juga bisa ditemui di negara lain di ASEAN, Timur Tengah, hingga Amerika Latin. Pertengahan tahun 2008, PT TAM melansir Kijang Innova dengan sentuhan baru.

Secara sekilas, kita akan menemui kemiripan desain pada wajah baru Innova dengan sang adik, Avanza. Bentuk bumper depan berubah total dengan desain air dam yang lebih lebar dan memberikan kesan lebih dekat ke tanah. Grille lama juga diganti dengan model baru, berdesain V-shape, sehingga wajahnya terlihat lebih mewah dan modern.

Bagian belakang memiliki lekuk tubuh serupa dengan sebelumnya, namun lampu belakang kini memakai multi reflektor model baru dengan dua warna merah dan putih. Bumper belakang pun berubah, kini terdapat reflektor mata kucing yang serupa dengan milik saudara-saudaranya di Toyota. Selain itu, semua tipe Innova kini mengalami perubahan model velg, tentunya selain varian E yang kami coba karena hanya menggunakan plastik penutup velg standar.

Sejatinya, Innova memang disiapkan sebagai kendaraan keluarga yang tangguh dan sesuai dengan kondisi di Indonesia. Karenanya, kami tak meragukan bahwa platform chassis ladder frame yang berbagi dengan Hi-Lux dan Fortuner cukup tangguh untuk menghadapi kondisi jalan dan medan bergelombang yang tersebar di Indonesia. Selain itu, kombinasi suspensi double wishbone di depan dan suspensi four-link dengan lateral rod di belakang menjanjikan kestabilan dan kenyamanan berkendara.

Mesin yang diusung serupa dengan Innova sebelumnya, yakni diesel 2KD-FTV, berkapasitas 2.494 cc, DOHC, berteknologi D-4D (Direct 4-Stroke Diesel Turbo Commonrail). Depot tenaga ini lebih ramah lingkungan karena menekan emisi gas buang tanpa mengu-rangi optimalisasi hasil pembakaran dan efisiensi termal. Tenaga puncaknya 102 hp pada 3.600 rpm. Yang unik, ada perbedaan antara torsi yang dihasilkan Innova bermesin diesel dengan transmisi manual 5-speed dan otomatis 4-speed.

Pada Innova diesel bertransmisi otomatis, torsi maksimal mencapai 260 Nm pada 1.600-2.400 rpm, sementara pada Innova bertransmisi manual, torsi puncaknya 200 Nm pada rentang putaran mesin yang lebih lebar, 1.400-3.200 rpm. Menurut pihak Toyota, hal ini terjadi karena gear ratio transmisi otomatis lebih rapat, sehingga torsi mesin perlu ditingkatkan agar performanya tetap optimal. Perubahan dilakukan pada ECU dengan mengatur volume dan waktu penyemprotan bahan bakar.

INTERIOR
Di bagian interiornya, Innova kini hadir dengan warna baru yang lebih lembut ketimbang model sebelumnya. Kesan lega dan resik didapatkan dari warna terang pelapis interiornya. Paduan warna dwi kelir (two tone) pada dashboard tak menjemukan. Warna lebih gelap di bagian atas dashboard juga menghindarkan silau. Tombol kontrol putar penyejuk ruangan tampil sederhana, namun ergonomis. Jika Anda memilih Innova V, Anda akan mendapatkan tombol-tombol pengatur udara digital, plus Multi Information Display di bagian tengah dashboard

Posisi jok pengemudi dan penumpang depan memberikan ruang gerak yang sangat baik. Jok penumpang depan bisa digeser jauh ke belakang, tanpa terlalu banyak mengganggu duduk penumpang baris kedua. Lebar interior juga memberi keleluasaan ruang bahu untuk tiga penumpang dewasa yang duduk di satu baris bangku. Pada varian E, pengaturan posisi berkendara hanya bergantung pada penyetelan sudut ketinggian lingkar kemudi, namun posisi duduk sudah cukup tinggi. Pada varian G dan V, Toyota telah melengkapi Innova dengan pengatur ketinggian bangku.

Hal istimewa yang mendongkrak kenyamanan kabin Innova E adalah adanya kisi penyejuk udara di atas bangku baris kedua dan ketiga (double blower) sebagai kelengkapan standar. Di bangku baris ketiga juga telah disematkan sabuk keselamatan yang tidak dimiliki oleh rival sekelasnya. Namun, satu hal yang tampak kuno pada Innova E adalah sistem audio-nya yang masih menyuguhkan pemutar kaset plus radio dengan empat speaker saja.

PERFORMA
Tentunya, ada perbedaan yang cukup signifikan antara Innova bermesin bensin dan bermesin diesel. Saat Anda merasakannya pertama kali, akan terasa putaran bawah Innova diesel tak memberikan responsivitas setajam Innova bensin. Saat berakselerasi 0-100 kpj, Innova diesel mencatatkan waktu 20,7 detik, sementara saat kami menguji Innova bermesin bensin yang sama-sama menggunakan transmisi manual 5-speed, tercatat akselerasi 0-100 kpj dalam 15,5 detik.

Meski begitu, berkat limpahan torsinya, mobil ini memberikan kekuatan yang istimewa pada performa yang ditunjukkannya. Saat berkendara di gear tiga, suguhan puncak torsinya yang tersedia mulai 1.400 rpm hingga 3-200 rpm menjadikan Anda tak perlu repot memin-dahkan tuas transmisi saat melumat tanjakan. Melakukan overtaking di kecepatan menengah juga cukup responsif, saat berakselerasi 60-80 kpj, tercatat waktu 4,4 detik dan berakselerasi 80-100 kpj dalam 7,8 detik.

Di putaran atas, mesin diesel Innova memberikan respon yang kembali melambat. Tercatat, di atas kecepatan 110 kpj, jarum speedometer sudah malas untuk beranjak. Bahkan, kecepatan puncak 131 kpj di gear empat hanya bertambah 9 kpj (menjadi 140 kpj) saat gear dipindahkan ke gear lima dan putaran mesin sudah tak lagi naik pada angka 4.000 rpm.

Meski raungan suara mesin
diesel Innova terdengar halus di dalam kabin, namun saat kami mencoba puncak tenaganya dan menyentuh kecepatan puncak di jalan bebas hambatan, raungan mesinnya cukup keras. Pada kecepatan 120 kpj, tercatat angka putaran mesin telah mencapai 3.500 rpm, meskipun transmisi telah berada di gear lima.

Satu hal yang juga tidak didapatkan pada Innova E adalah sistem pengereman dengan dukungan anti-lock braking system (ABS). Toyota hanya menyediakan ABS pada Innova tipe V. Saat kami mencoba rem Innova tipe V, mobil ini dapat dihentikan dalam 2,7 detik sesaat setelah rem diinjak seketika di kecepatan 80 kpj. Performa pengereman yang baik itu antara lain didukung sistem LSPV (Load Sensing Proportioning Valve) yang di-klaim cukup membantu kinerja pengereman saat beban angkut maksimum.

PENGENDARAAN DAN PENGENDALIAN
Keterbatasan pengaturan posisi duduk pengemudi tak menjadi persoalan berarti karena posisi duduk yang cukup tinggi. Ground clearance hingga 200 mm juga mendukung pengemudi untuk lebih mudah memantau jalan dan kondisi sekitarnya. Belum lagi kaca besar dan landai milik Innova membuat pandangan terasa lebih luas.

Kontrol lingkar kemudi terbilang cukup ringan dan tak menimbulkan keraguan saat melakukan manuver, baik di lokasi parkir maupun saat bergerak agresif di kemacetan. Tuas transmisi yang panjang juga memudahkan perpindahan gear. Sayangnya, pedal kopling sedikit berat dan dalam, sehingga cukup menguras kerja otot kaki kiri.

Suspensi Innova terbilang memuaskan untuk MPV ber-platform body on chassis. Saat melaju di kecepatan 120 kpj di jalur bebas hambatan yang bergelombang, penumpang di semua baris bangku tetap bisa merasa nyaman. Gejala limbung minim saat melakukan perpindahan jalur di kecepatan tinggi. Namun, tingginya ground clearance dan penggunaan ukuran velg dan ban yang kecil pada Innova tipe E, tak terlalu meyakinkan saat menikung cepat dan tajam.

MEMBELI DAN MEMILIKI
Innova mendominasi pasar di kelasnya hingga akhir 2008 dan tampaknya hal itu akan berlanjut di tahun mendatang. Meski begitu, varian Innova diesel masih mencari celah di tengah masyarakat yang memiliki pandangan bahwa mobil bermesin diesel lebih mahal dan sulit dalam perawatannya. Padahal, berkat proses kerja yang lebih sederhana dibandingkan mesin bensin, perawatan diesel relatif lebih mudah. Selain itu, diesel lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar. Lantaran keunggu-lan itu, Innova E diesel memiliki banderol harga lebih mahal Rp 5,55 juta dibandingkan Innova E bensin (Rp 180,5 juta).

Penggunaan teknologi D-4D menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi keenonomisan Innova E, sekaligus menekan kadar emisi. Dalam pengujian yang kami lakukan, tercatat konsumsi bahan bakar Innova E diesel mencapai 15,3 kpl dalam kondisi lalu-lintas perkotaan yang padat. Saat kami bawa ke luar kota, konsumsi bahan bakarnya mencapai 11,04 kpl. Sedangkan konsumsi bahan bakar kombinasi mencapai 13,3 kpl. Mobil ini pun lebih ekonomis dibandingkan Innova bensin yang kami uji dan mencatatkan konsumsi bahan bakar kombinasi 7,92 kpl.

Dengan rival terdekat Isuzu Panther, tampaknya Innova masih tak perlu terlalu khawatir. Dengan dukungan jaringan after sales yang lebih luas, Innova diesel tampaknya boleh berharap banyak untuk menjadi pilihan banyak keluarga Indonesia.

SEJARAH
Kijang pertama kali hadir di Indonesia pada 1977 dengan konsep Basic Utility Vehicle dan ditujukan sebagai kendaraan niaga yang kemudian berevolusi menjadi kendaraan penumpang. Kesuksesan Kijang ditunjukkan dengan angka penjualan lebih dari 100.000 unit selama dua generasi hingga tahun 1985. Dengan banderol harga terjangkau, jaringan purna jual yang baik, dan perawatan yang mudah, Kijang dikenal sebagai kendaraan pilihan keluarga.

Proyek Innovative Multipurpose Vehicle Toyota di awal dekade 2000-an, melahirkan Kijanggenerasi kelima yangdisebut Innova. Innova menjadi kendaraan global yang diminati di negara-negara Asia hingga Amerika Selatan. Selain Indonesia, India juga merakit Innova untuk pasar lokalnya.

PENILAIAN AUTOCAR
Kenyamanan masih menjadi nilai keunggulan Innova. Apalagi mesin dieselnya menawarkan efisiensi lebih baik.

Nama besar Toyota Kijang dipastikan menjadi salah satu faktor utama bagi mobil ini untuk dipilih sebagai mobil keluarga. Peningkatan kualitas Kijang dari generasi ke generasi juga ditunjukkan dengan diterimanya mobil ini di pasar global. Toyota Kijang Innova yang kami coba bisa jadi merupakan varian terendah, namun kini pengendaraannya semakin baik. Pilihan mesin diesel pun menjadikan konsumen bisa mendapatkan efisiensi yang banyak dicari di masa seperti sekarang. Selain itu, layanan purna jual dari Toyota selalu menjadi pertimbangan nomor satu bagi calon konsumennya hingga saat ini.

CATATAN PENGUJI
M HASAN
Posisi mengemudi memuaskan. Gerak tuas transmisi halus. Steering akuratdi kelasnya. Suspensi nyaman.

BUDITYAS B. BASUKI
Keleluasaan kabin dan efisiensi bahan bakarnyalah yang akan dicari banyak orang.

KUSNADI CHAHYONO
Performa mesin D-4D memuaskan di dalam kota. Usaha keras ditunjukkan pada warna interior baru.

JOBS FOR THE FACELIFT
- Mesin diesel yang lebih bertenaga.
- Head unit audio yang lebih modern.
- Wiper di kaca belakang sebagai kelengkapan standar.

sumber : Toyota Astra

Read More..

99 MOBIL BARU 2009: TOYOTA AVENSIS


Avensis adalah jawaban Toyota atas tuntutan pasar yang semakin menginginkan mobil berperforma dengan emisi gas buang yang rendah. Interior pun dituntut luas tapi dimensi mobil tetap kompak. Menurut Takashi Yamamoto, chief designer Avensis, mobil ini didesain dengan cita rasa Eropa yang tinggi dengan menganut filosofi Toyota's Vibrant Clarity.

Avensis akan tersedia dalam bentuk saloon dan tourer (station wagon). Pemilihan material kabinnya melambangkan prestise dan kedinamisan. Mesin bensin tersedia dalam dua pilihan, yaitu 1.8L Valvematic dan 2.0L Valvematic. Kemudian ditambah mesin-mesin diesel 2,0 liter D4-D130, 2,2 liter D-4D150, dan 2,2 liter D-4D 180. Semua mesin tersebut diklaim irit bahan bakar dan rendah emisi. Fitur-fitur yang melengkapi Avensis antara lain Vehicle Stability Control, Adaptive Front Light, dan pre-Crash Safety System.

Untuk mobil mini perkotaan, Toyota iQ menjadi andalan baru Toyota, sebuah mobil kecil dengan kapasitas empat penumpang. Mobil yang sempat membuat banyak orang penasaran pada saat masih berupa konsep ini akan diluncurkan Januari 2009. Untuk versi Inggris, iQ akan merambah jalanan dengan ditenagai jantung mekanis bensin 3-silinder bertenaga 68 hp dengan dua pilihan transmisi 5-speed manual atau CVT 6-speed. Jangan remehkan fitur safety pada kendaraan ini. Meskipun bentuknya kecil, tapi mobil ini dilengkapi sembilan airbag, termasuk airbag lutut dan airbag yang tertanam pada kursi.

sumber : Toyota Astra

Read More..

Toyota Kijang Innova: ANDALAN KELUARGA BERNILAI TINGGI


Anda tengah mencari mobil idaman untuk mengakomodasi seluruh anggota keluarga? Kalau begitu fokuskan saja perhatian pada Toyota Kijang, family car adalah andalan selama lebih dari 30 tahun di Indonesia.

Dengan tiga varian; E, G dan V, Kijang Innova selalu menjadi market leader atau mobil paling laris di kelasnya. Itu karena performa, kemewahan dan kenyamanan yang dikedepankan oleh Rata PenuhToyota untuk memuaskan para penggunanya. Bahkan sentuhan Toyota terhadap Kijang Innova E, menjadikan mobil ini tampil makin mewah, nyaman dan punya value for money yang tinggi. Apa saja?

LEBIH IRIT
Coba saja tengok kabin Kijang Innova E. Peranti AC double blower jelas menghadirkan kesejukan bag! penumpang di baris kedua dan ketiga. Tampilannya simpel namun berkelas, seperti dimiliki dua varian lainnya, G dan V. Tambahan, audio system juga turut memanjakan anggota keluarga di dalam kabin.

Sementara bagi pengemudi, peranti tilt steering membantu mendapatkan posisi pengendaraan yang ideal dan power steering memudahkan untuk bermanuver dengan lincah. Sementara power window dan power door lock dengan Toyota Auto Alarm, memudahkan akses keluar masuk serta meningkat-kan keamanan mobil.

Sisi estetis Kijang Innova E juga digarap artistik demi menimbulkan kebanggaan bagi pemiliknya. Misal, warna interior baru yang mengedepankan kemewahan. Begitu pula back door garnish yang sewarna bodi.membuat serasi penampilan eksterior. Pastinya, kenyamanan mengemudi juga didukung dari sektor mesin. Sudah sejak 2007 Kijang menggunakan mesin berstandar emisi Euro II. Mesin ini selain menjaga lingkungan dengan penggunaan catalytic converter pada sistem pembuangan, konsumsi bahan bakarnya juga lebih irit dibanding generasi mesin sebelumnya. Keiritan mesin bensin ini telah dibuktikan hasil tes oleh media dan BTMP-BPPT.

Demi memenuhi kebutuhan penggunanya juga, Kijang Innova E memiliki pilihan mesin bensin dan diesel. Mesin bensin 2.000 cc 16 valve VVT-i, menghasilkan performa responsif, efisien konsumsi bahan bakarnya dan ramah lingkungan.

Begitu pula halnya mesin Diesel D-4D (Direct 4 Stroke Diesel Turbo Commonrail), 2.500 cc 16 valve, menghasilkan performa maksimal dengan getaran dan suara yang halus, efisien bahan bakar dan juga ramah lingkungan.

Untuk semua fitur dan kelengkapan tersebut, value for money Kijang Innova E pastinya tercuat dari harga yang kompetitif. Tak pelak, untuk sebuah MPV berkelas dengan kualitas yang terbukti selama puluhan tahun, Kijang Innova E merupakan pilihan tepat sebagai kendaraan keluarga. Apalagi di saat-saat krisis keuangan seperti sekarang ini, uang Anda tentunya perlu diimbangi nilai produk yang sebanding, bahkan lebih. lyakan?

sumber : Toyota Astra
Read More..

Toyota Kijang : Memang Kesayangan Keluarga - Majalah MOTOR, 19 Desember 2008


Sebuah cerita evolusi model legendaris.

Pagi ini seperti pagi biasanya. Berangkat kantor, keluar dari rumah, lihat tetangga bersiap ngantor pakai Kijang Innova-nya. Jalan sebentar saja melewati toko bangunan di pertigaan, ketemu juga sama Kijang 'Doyok' (generasi ke-2) dan Kijang 'Buaya' (generasi ke-1) pikap masih dipakai angkut bata, semen dan pasir. Semrawutnya pasukan 'Kijang super' warna biru langit yang rebutan penumpang juga sering bikin hati 'panas'. Sampai di kantor agak siang, dapat parkiran nyaman bekas kandangnya Kijang kapsul operasional yang sudah bertugas antar teman-teman di departemen account executive.

Oh, my God! Kenapa baru sadar kafeiu hari ini jalanan penuh Toyota Kijang ya? Hmm, dipikir-pikir,ternyata saya salah. Jalanan penuh Kijang memang tak pernah berubah dari hari-hari sebelumnya. Selalu begini, sejak saya kecil. Toyota Kijang memang sebuah mobil legendaris.

Mobil keluarga ini sepertinya jadi sahabat setia setiap generasi. Bicara generasi, kali ini Innova sebagai generasi kijang ke-5, yang punya wajah baru sengaja kami pertemukan dengan Kijang 'Doyok'. Apa saja yang menjadi ciri khas dibalik nama besar Kijang ini. Dan, bagaimana sebuah minibus berevolusi menjadi MPV mewah. Mari kita telusuri detail-detailnya.

Toyota Kijang KF20
SI DOYOK YANG SERBA SIMPEL

Kijang 'Doyok' berkode sasis KF20 ini mulai diproduksi sekitar tahun 1981. Dilihat dari bentuknya, Kijang ini tidak terlalu berbeda dari generasi sebelumnya (Kijang Buaya). Seperti Kijang minibus milik Osa ini. Keunggulan Toyota Kijang yang disebut mobil rakyat ini karena mesin 4K 1.300 cc-nya yang sangat sederhana serta mudah dalam perawatan.

Terbukti Kijang cokelat ini masih berani berangkat dari Semarang ke Bogor untuk acaraJamboreTKCI.awal bulan Desember ini."Masih bisa tembus 120 km/jam kok,A/C-nya juga dingin Iho," kata Osa, anggota TKCI Semarang. Tak perlu bengkel resmi untuk utak-atik permasalahan yang terjadi. Tak perlu juga alat-alat canggih untuk memperbaiki kerusakan mesinnya. Di sinilah keunggulan Toyota Kijang, sang kendaraan niaga yang serba bisa dan multifungsi.

Kijang kotak warna coklat two tone ini dibeli setahun yang lalu, karena kecintaannya pada produk Toyota berlabel Kijang. Kijangnya yang diproduksi tahun 1984, sudah banyak melakukan modifikasi. Mulai head lamp yang diubah dari bulat menjadi kotak. Aplikasi dop 'bulan' copotan VW kodok, juga roof rack bernuansa retro dari bahan kayu yang aslinya untuk VW Kombi. Agar setir bisa enteng bergerak, ditambahi power steering copotan sebuah sedan Toyota.

Pada bagian kabin, jok depan panjang yang dibatasi oleh pelat besi dibelakangnya sudah diganti dengan jok depan terpisah kiri-kanan. Desain dasbor yang sangat sederhana tanpa bentuk dan lekukan dari bahan fiberglass dan foam, juga setir serta indikator orisinal yang masih terjaga baik, menunjukkan sebuah kesederhanaan namun 'pintar'. Begitu juga jok baris kedua yang aslinya sepanjang lebar mobil. Kini, dilapis ulang dengan semikulit. Karena muat banyak, sehingga dicap mudah bersahabat dengan semua kalangan. Ini yang jadi maling perhatian semua pemilikToyota Kijang lawas.

Thanks to Osa

Toyota Kijang Innova E
KULTUR YANG BERUBAH

Bicara Innova, yang merupakan generasi kelima Toyota dilahirkan melalui proyek global Toyota bernama IMV di tahun 2004. Sejak itu Kijang tak lagi disebut minibus, kini panggilannya menjadi mobil MPV (Multi Purpose Vehicle).

Dan pada pertengahan tahun ini, Innova punya bentuk wajah baru. Hanya sekedar minor change dari model sebelumnya lebih pada sektor eksterior.Tak banyak memang, hanya tarikan garis berbeda pada front bumper, radiator grille, rear bumper, serta lampu belakang. Bentuk gril seakan menjadi seragam dengan bentuk gril model Toyota lainnya seperti Vios, Avanza maupun Altis.

Yang dipilih MOTOR adalah tipe E double blower bermesin ITR-FE seharga Rp 180,5 juta (on the road DKI). Merupakan varian baru versi termurah dari Innova. Asal tahu saja Innova punya tiga varian, mulai dari E, G sampai kasta tertingginya yaitu VTipe E dengan fitur serba minim, tanpa wiper kaca belakang, minus fog lamp, tak ada fitur Multi Information Display (MID) juga radio kaset.

Tapi sebagai bahan modifikasi yang bisa disesuaikan selera pemiliknya, Innova E ini layak jadi pilihan. Kalau E yang dipilih, MOTOR sarankan yang versi A/C double blower, karena desain lubang saluran A/C di plafonnya sudah terintegrasi dengan sangat rapi.

Dapur pacunya tak ada perubahan sama sekali, mengusung mesin 16 valve DOHC 2.0VVT-I (Variable Valve Timing with Intelligence) untuk bensin yang menghasilkan performa optimal responsif, efisien konsumsi bahan bakar dan ramah lingkungan.

Sedangkan untuk diesel, Kijang Innova disenjatai mesin 16 valve DOHC 2.5 D-4D (direct 4 stroke diesel turbo common-rail) yang punya getaran suara yang halus, efisien bahan bakar serta ramah lingkungan. Tenaganya bisa tembus 136 dk para putaran mesin 5.600 rpm.

Tuning Guide
OPTIMALKAN FITUR

Bicara upgrade Innova tipe E ini banyak yang bisa dilakukan. Berikut beberapa tips soal modifikasinya.

  1. Kalau mau pasang velg gambol, coba dimensi 20x8,5 inci dengan offset 45 mm. Pilihan pernya ada Tein S.Tech dan Eibach. Dengan pemasangan per ini otomatis bodi rebah 3 jadi. Asal tidak dipotong (kalaupun mau disunat, tak lebih dari 1 ulir), handling lebih mantap dati per standar, namun tingkat kekerasannya meningkat.
  2. Jok tengah berdiri sendiri (captain seat) menjadi tren MPV sekarang. Captain seat di Innova ada di model G dan V. Khusus untuk tipe E, divisi Toyota Genuine Accesories sedang mempersiapkannya sebagai aksesori asli Toyota. Sedangkan untuk aksesori interior lainnya seperti stainless scuff plate berharga Rp 435 ribu, yang keren lagi ada shift knob bercorak karbon dan wood panel sekitar Rp 300 ribuan, sedangkan shift cover plate dimulai dari Rp 170 ribu.
  3. Toyota Genuine Accesories (TGA) punya aksesori untuk eksterior Innova. Diantaranya adalah Us krom kap mesin (Rp 220 tibu), rumah spion dengan lampu sein (Rp 777 ribu), side visor (Rp 290 ribu), mud guard (Rp 200 ribu), muffler cutter (Rp 145 ribu), lis krom pintu belakang (Rp 230 ribu), high mount stop lamp (Rp 172,5 ribu), spoiler belakang plus lampu rem (Rp 550 ribu), side skirt (Rp 1,485 ribu), front bumper guard (Rp 1,125 ribu) dan rear bumper guard (Rp 850 ribu). Perlu tahu, aksesori dari TGA ini bergaransi selama satu tahun atau 10.000 km (mana tercapai terlebih dahulu).
sumber : Toyota Astra
Read More..

Toyota Corolla : Elegan Sejak Dulu - Majalah MOTOR, 19 Desember 2008


Esensinya memang sebagai mobil yang nyaman.

Arti nama 'Corolla' sendiri adalah berarti dudukan kelopak bunga. Bisa juga, menurut referensi pihak Toyota Motor Corporation bahwa Corolla berarti sebuah mahkota kecil. Dari sini saja bisa dikebet kalau sejak mula mobil ini memang dikonsepkan punya desain yang berunsurkan aura elegan. Dan bisa jadi pemilik mahkota kecil jamaknya adalah seorang pangeran atau puteri, berkarakter bangsawan tapi tetap punya karakter muda yang dinamis.

Bisa ditebak bahwa di era '70-an maupun '80-an yang namanya Toyota Corolla memang lebih punya greget dalam soal kenyamanan daripada mobil-mobil sekelasnya waktu itu sekalipun. Warisan itu masih bisa terasakan secara gamblang pada generasi terkini Corolla, macam Altis versi 2008 yang dari tampilannya saja memang lebih pekat aura elegannya. Tak heran juga hingga muncul nick name, sebagai 'Baby Camry'. Tapi bagaimana sebenarnya 'sinergi' sejak dulu hingga kini? Kami coba peruntungan untuk menguji keduanya.

COROLLA 1975

Spek gerak roda belakang pada Corolla versi tahun 1975 kontan tunjukkan kalau mobil ini memang asyik buat diajak cruising. Melaju lambat, cepat, jarak dekat maupun jarak jauh jelas janjikan kenikmatan lebih dalam berkendara. Karena meski sudah berusia 33 tahun, mobil ini memang'tenang'.

Tapi wajib juga buat mengajaknya buat bermanuver tajam dan sedikit agresif. Meski perlu ekstra hati-hati, sedan bermesin 1.2 Iter ini memang ulet buat gerakan-gerakan agresif kendati mudah muncul gejala oversteer. Struktur kaki-kaki yang ortodoks juga membuat tangan harus sering melakukan counter atas posisi mobil. Ini memang sedikit menyulitkan buat driver era milenium yang terbiasa sama mobil Jepang ber-sistem gerak roda depan dan peranti suspensinya berunsur elektronik.

Akselerasi mesin berdaya 68 dk (6.000 rpm) ini memang jadi tak responsif. Sebab bobot mobil ini memang terbilang berat buat era sedan menengah masa itu, 864 kg. Komposisinya bodinya juga termasuk bongsor; panjang 3.995 mm, lebar 1.570 mm dan tinggi 1.374 mm.

Untung desain kabin mobil ini memang lapang. Kontur dasbor serta posisi setir tak banyak memaksa tubuh untuk membungkuk. Joknya tebal, posisi duduk lebih sejajar garis dasbor. Begitu pula buat pengisi jok belakang, kaki tak perlu menekuk dalam walau dengkul tertempel ke punggung jok depan. Walaupun memang desain kaca mobil ini tak senyaman kompetitornya, Civic. Pilar A-nya banyak mengganggu mata saat harus memantau posisi sisi kiri pangkal bonnet.

Thanks to Wahyu Rokhman

COROLLA ALTIS 1.8 V 2008

Aura kemewahan adalah unsur vital pada Corolla generasi ke-10. Bukan semata karena ini adalah 'Baby Camry', tapi memang ini sedan kelas menengah ternyaman di kelasnya. Desainnya memang bukan model change dari generasi sebelumnya, namun memang sudah terbilang major change. Salah satunya lewat kontur bonnet yang terinspirasi wajah singa.Tipikal garis rounded kini men]adi lebih bernuansa tarikan garis tegas.

Begitu pula sama atmosfir kabinnya. Apilaksi spek Euro 3 lewat aplikasi material berkadar VOC (Volatile Organic Compounds) jauh lebih rendah dari generasi sebelumnya. Hasilnya bau plastik khas mobil baru tak lagi menyengat. Lebih nyaman lagi karena detail di panel indikator, setir, dasbor maupun center facia 'lembut' di mata. Plus nilai ergonomis yang baik. Sejurus kemudian, dibandingkan mobil sekelasnya posisi duduk di jok depan maupun belakang juga nyaman punya. Terlebih jok depan dapat diatur posisinya secara detail lewat tombol-tombol elektrikYang di jok belakang juga bisa sedikit berselonjor karena jarak antar jok depan-belakang. Belum lagi nilai utilitas pada kabin yang tinggi atas keberadaan multi use storages sebanyak 14 titik.

Semburan daya dari mesin IZZ-FEWT-i dengan kelengkapan Intelligent Drive by Wire dengan ETCS-I (ElectronicThrotlle Control System-intelligent) bisa semburkan daya puncak 120 dk (5.600 rpm). Makin asyik kalau dibesut dengan opsi 'manual' lewat mode Sport. Spek 4 percepatannya termasuk responsif kendati tak terlalu galak.Tapi kalau mau santai silakan hidupkan Cruise Control System.

LEGENDA COROLLA

Di Indonesia, Corolla dikenalkan pertama kali pada 1972 (generasi ke-2). Menyusul generasi ke-3 (1975), ke-4 (Corolla DX) pada 1980. Disusul generasi ke-5 (Corolla SE) pada 1984, ke-6 (Twin Cam) pada 1988 dan Great (generasi ke-7) pada 1992. Selanjutnya pada 1996 generasi ke-8 dilanjutkan Altis (generasi ke-9) pada 2001.

Tuning Guide
VERSI LAMA BOLEH SPORTY!

Telah disediakan paket aksesori tambahan untuk head lamp, grill, mufller cutter serta fog lamp (tipe V). Namun jika sudah puas dengan tampilan standarnya,bisa cukup dengan ganti velg saja. Paduan pasnyayang paling maksimal tanpa utak-atik struktur kaki-kaki adalah 19x7,5 inci maupun 19x8 inci dengan offset 45 mm dan PCD 5/100. Ban pilih 215/35-225/35. Jujur saja.Altis lebih pas jika berimbuhan elegan tulen. Tapi menilik PCD-nya, cukup sulit mencari velgnya. Jangankan mencari model, ketersediaannya saja belum tentu ada stok.

Kalau yang versi 1975, lebih konservatif. Yang afdal sih pilih velg baru yang sporty seperti velg ring is, pasangan bannya 185/60,195/50 atau, 195/55. Tapi jangan lupakan sebelumnya mesti revital-isasi dulu kekuatan kaki-kakinya agar tetap kokoh menggendong beban lebih berat di usia tuanya.

sumber : Toyota Astra

Read More..

Toyota Vios – The Sense of Crisis Terbaik Versi Tabloid Otomotif



Tak mudah menjatuhkan suatu pilihan terbaik terutama di saat kondisi ekonomi seperti sekarang. Namun hasil komparasi yang dilakukan Tim Redaksi Tabloid Otomotif antara Toyota Vios, Honda All New City dan Suzuki Neo Baleno di edisi 15 Desember 2008 (hal 8-12) dapat menjadi acuan.

Tabloid Otomotif yang diwakili oleh para reporter yang ahli dibidangnya, memutuskan bahwa Toyota Vios layak disebut sebagai jawara small sedan dengan The Sense of Crisis paling baik.

Dari 7 kriteria, 5 hal terbaik disabet Toyota Vios. Kriteria pengujian itu diantaranya adalah:
1. Konsumsi Bahan Bakar ( Toyota Vios Unggul)
2. Kenyamanan ( Toyota Vios Unggul)
3. Fitur ( Toyota Vios Unggul)
4. Harga ( Toyota Vios Unggul)
5. Performa ( Toyota Vios Unggul)
6. Style (Honda City Unggul)
7. Akomodasi (Suzuki Baleno Unggul)

Tentu dengan hasil pengujian independent dan dapat dipertanggung-jawabkan seperti di atas, terbukti sekali bahwa Toyota Vios memang layak menjadi pilihan utama, khususnya di saat kondisi ekonomi yang lagi suram. Meskipun sedang krisis, mengambil keputusan secara bijaksana dengan informasi yang akurat dari Tabloid Otomotif dapat menjadi masukan yang sangat berharga.

sumber : Toyota Astra
Read More..

Sedan Toyota Menguasai Pasar Otomotif Nasional




Jakarta - Sedan Toyota menguasai pasar otomotif nasional. Pada bulan November 2008, Toyota tetap mempertahankan dominasinya di pasar sedan dengan total penjualan sedan sebanyak 1.319 unit atau menguasai 60,6% pangsa pasar. Sedangkan sepanjang tahun 2008 (Jan-Nov), total penjualan Toyota di kelas sedan sebanyak 16.392 unit sedan. Dimana Vios, Corolla Altis dan Camry menjadi penguasa di kelasnya masing-masing.

Di bulan November Vios menjadi market leader di kelas mini sedan memimpin pasar dengan pangsa pasar 66,2% dimana berhasil membukukan angka penjualan sebanyak 602 unit. Sepanjang Januari hingga November 2008 ini pun secara keseluruhan Vios menjadi yang terbaik di kelasnya dengan total angka penjualan sebesar 5.470 unit.

Sedangkan di kelas small sedan, Toyota Corolla Altis menjadi yang terbaik dengan menguasai pangsa pasar sebesar 36% dengan angka penjualan di bulan November sebanyak 141 unit.

Untuk pasar medium sedan, Toyota Camry tetap yang terbaik dengan berhasil menguasai pasar dengan angka penjualan sebanyak 208 unit dan menguasai pasar sebesar 59,1%.


sumber : Toyota Astra

Read More..

Followers

 

INFORMASI TOYOTA. Copyright 2008 All Rights Reserved Rudy Sunaryo