Minggu, 26 Oktober 2008

Taksi Toyota, Vios di Indonesia Altis di Thailand


JIKA di Indonesia, Toyota menggunakan model Limo yang menggunakan basis model Vios. Di Thailand, Toyota menggunakan basis Corolla Altis generasi kesepuluh, namun tetap mengusung nama Limo.


Toyota Motor Thailand (TMT) meluncurkan taksi yang menggunakan campuran bahan bakar gas (CNG) dan ethanol 20 persen tersebut, Jum'at kemarin. Menurut presiden TMT Vichien Emprasertsook seperti dikutip Bangkok Post, Sabtu (18/10/2008), taksi tersebut ditargetkan terjual sebanyak 200 unit per bulan. Target tersebut akan ditingkatkan menjadi 300 hingga 400 unit per bulan pada tahun depan.

Pengembangan mesinnya dilakukan TMT bekerjasama dengan Toyota Motor Asia Pacific. Dengan penggunaan bahan bakar tersebut, selain mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, emisi karbondiokisda yang dihasilkan juga jauh berkurang. Taksi Limo Altis ini juga sudah memenuhi standar Euro 3.

Meski digunakan untuk taksi, Vichien menjamin fitur masih menggunakan standar sehingga keamanan dan kenyamanan penumpang tetap terjaga. Mobil seharga 724.000 baht atau sekira Rp207,5 juta ini dilengkapi dengan mesin konvensional 1.6 liter. Harga ini lebih mahal 90.000 baht atau sekira Rp25,8 juta dari versi mesin murni bensinnya.

Vichien mengatakan, keunggulan mobil bertenaga gas untuk komersial, tak akan terlalu terpengaruh dengan kenaikan bahan bakar minyak. Pasalnya sebagian besar tenaga yang menyuplai penggerak mobil menggunakan gas yang berkapasitas penuh 75 kg. CNG sendiri mendapat subsidi sebesar 8,5 baht per kg (1 baht = Rp288). Lebih murah dibanding harga bensin sebagai usaha pemerintah Thailand untuk mempopulerkan penggunaan bahan bakar gas.

Ke depan TMT berencana untuk memasarkan varian Corolla Altis versi mobil penumpang yang menggunakan bahan bakar gas. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan penelitian terkait prospek harga gas dan ethanol serta ketersediaan gas itu sendiri. Mobil dengan 11 penumpang Toyota Ventury juga dipertimbangkan menggunakan gas.
(ton)

sumber : okezone

Read More..

Toyota Yaris Paling Irit di MPG Marathon


LONDON - Toyota mendominasi ALD Fleet World MPG Marathon 2008 yang digelar di Inggris. Toyota Yaris berhasil menjadi juara umum sementara Toyota Aygo merajai segmen mesin bensin.

Lomba yang diikuti 39 mobil itu menempuh jarak 400 mil (640km). Rute lomba didesain agar mencakup semua aspek berkendara dengan beragam tipe jalan dan kondisi pengendaraan. Tolok ukurnya, siapa yang paling irit bahan bakar, dialah pemenangnya.

"Pencapaian ini merupakan prestasi tertinggi untuk mesin diesel dan bensin yang diciptakan Toyota. Melalui hasil tersebut, Toyota semakin tertantang menciptkan kendaraan yang hemat bahan bakar dan rendah emisi. Terlebih saat ini persaingan semakin kompetitif," ujar Richard Balshaw, General Manager untuk Toyota Fleet.

Dari seluruh peserta, Yaris diesel D-4D berkapasitas 1,4 liter keluar menjadi juara umum. Mobil berukuran kompak yang dikendarai Andrew Andersz dan Gary Luton mencatat tingkat efisiensi 84,66 mil/galon standar UK (70,49 mil/galon standar Amerika atau setara dengan 29,9 km/liter.

Angka yang dicapai Yaris ini bahkan 35 persen lebih besar dari angka konsumsi bahan bakar kombinasi yang dirilis resmi Toyota yaitu 62,8 mpg. Di segmen mesin bensin, Toyota Aygo 1.0 liter yang dikendarai James Sutherland dan Richard Hill jadi jawara dengan konsumsi bahan bakar 82.39 mpg UK atau setara dengan 29,16 km/liter.

Pencapaian ini bahkan lebih baik dari 78,39 mil/galon yang dicetak ketika menang tahun 2007. Toyota Aygo sudah berada di posisi terbaik dilomba ini dalam dua tahun belakangan.

Kemenangan tersebut menegaskan begitu efisiensinya mesin Toyota. Seperti akhir Juli 2008 di Canada, Toyota Corolla juga menjadi juara pada event bertajuk "50-litre Challenge" yang diikuti 13 peserta. Hanya dengan bermodalkan 50 liter bensin, Corolla mampu menempuh perjalanan sejauh 1.017 km.(ton)

sumber : okezone

Read More..

Avanza kini semakin Fenomenal saja !


JAKARTA - Jika model Kijang merupakan mobil legendaris Toyota karena bertahan di pasar automotif nasional hingga peluncuran generasi kelimanya, kini Toyota juga memiliki model paling fenomenal, yaitu Avanza.

"Sejak hampir lima tahun dipasarkan di Indonesia, permintaan tak pernah sepi dan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hingga saat ini Avanza sudah terjual sebanyak 270.000 unit hingga menempatkannya sebagai mobil terlaris di Indonesia," ungkap Johnny Darmawan, Presiden Direktur TAM saat peluncuran new Avanza di Hotel Gran Melia Jakarta, Selasa (14/10/2008).

Menurut Johnny, pada awalnya, pihaknya memproduksi 3.000 unit Avanza per bulan. Namun jumlah tersebut belum cukup memenuhi permintaan, hingga TAM melalui Astra Daihatsu Motor (ADM) menambah produksinya menjadi 4.000 unit. Itu pun belum cukup sehingga saat ini TAM menambah produksinya menjadi 8.000 unit. Lagi, jumlah tersebut belum bisa memenuhi permintaan yang mencapai 9.000 unit.

Untuk itu, Johnny memberikan apresiasinya kepada konsumen Avanza yang setia menunggu hingga 3 bulan untuk mendapatkan mobil ini.

TAM lanjut Johhny, juga menambah volume produksi Avanza tak hanya di pabrik ADM, namun juga sudah diproduksi di Toyota Motor Manufacturing Indonesia dengan jumlah mendekati angka 2.000 unit per bulan. Diharapkan penambahan ini, mampu menutupi permintaan selama tiga bulan terakhir 2008 ini.

Selama tahun pertama peluncuran (2004), Avanza terjual sebanyak 43.936 unit atau menguasai 35,4 persen pasar di segmen low MPV 4x2 di Indonesia. Sementara selama periode Januari hingga September 2008, Avanza telah terjual sebanyak 60.106 unit atau menguasai 49,8 persen pasar. TAM sendiri menargetkan penjualan 80.000 unit selama 2008 ini.

Selain itu, lanjut Johnny, Avanza disebut fenomenal karena nilai jual kembali (resale value) yang bahkan lebih tinggi dibanding harga pertama saat konsumen membeli dalam kondisi standar. "Konsumen benar-benar tak akan rugi membeli mobil ini," katanya.(ton)

sumber : okezone

Read More..

Wow! Harga Jual Avanza Lebih Tinggi dari Harga Beli


JAKARTA - Salah satu yang membuat Toyota Avanza dikenal fenomenal adalah harga jual kembalinya (resale value) yang lebih tinggi dibanding harga saat pertama membelinya dalam kondisi standar.

"Saya beli Toyota Avanza 2005 tipe G dengan harga Rp105 juta. Namun baru-baru ini saya jual dengan harga Rp112 juta," ungkap Mulyadi Sartita, Humas Avanza Xenia Indonesia Club (AXIC) di sela peluncuran new Avanza di Hotel Gran Melia Jakarta, Selasa (14/10/2008).

Menurutnya, yang membuat harga jual mobil bekas pakai Avanza tinggi adalah permintaannya yang juga sangat tinggi. Apalagi mobil ini memang cocok untuk kebutuhan konsumen di Indonesia yang mengidamkan mobil hemat bahan bakar dan cukup untuk satu keluarga.

Selain itu, lanjut Mulyadi, lamanya masa inden untuk memiliki Avanza baru juga mendorong orang untuk mencari mobil bekasnya. "Untuk menunggu Avanza baru, bisa sampai enam bulan. Sementara jika mobil bekasnya deal langsung bawa," katanya.

Mulyadi juga tidak menyangsikan kualitas Avanza tangan kedua. Menurutnya asal tampilan bagus dan mesin masih enak dipakai, orang tetap akan mengincar mobil yang juga diekspor Toyota Astra Motor ke Malaysia dan negara Amerika Latin ini.

Selain Avanza 2005, mobil 2004 tipe G yang ketika itu dijual Rp95 juta, kini dipasarkan seharga Rp110 juta. Avanza 2006 tipe yang sama yang awalnya dijual Rp107 juta hingga Rp110 juta, kini bisa laku dengan harga Rp 118 juta. Sementara Avanza 2007 harga awal Rp117 juta, bisa laku dengan harga Rp121 juta. Bahkan kelauran 2008, kini bisa laku dengan harga Rp132 juta, padahal membelinya seharga Rp127 juta.

Mulyadi juga menandaskan, tak hanya tipe G, seluruh tipe Avanza juga memiliki harga jual yang lebih tinggi. "Secara rata-rata, harganya bisa lebih tinggi hingga 10 persen dari harga belinya," katanya.(ton)

sumber : okezone

Read More..

Toyota Salip GM di China


Penjualan mobil Toyota di China lebih banyak daripada GM selama sembilan bulan pertama tahun ini, demikian dilaporkan Bloomberg, Selasa (21/10). Selama bertahun-tahun GM bersama kongsinya di China menjadi penjual mobil kedua terbesar di China.

Dua perusahaan kongsi Toyota di China meningkatkan penjualanya 30% menjadi 407.427 unit. Sementara penjualan GM sebanyak 373.945 unit. Data yang dilaporkan Bloomberg ini diolah berdasarkan data yang diterbitkan China Association of Automobile Manufacturers.

Penjualan Corolla dan model-model Toyota lainnya hampir tiga kali lipat rata-rata nasional setelah Toyota meresmikan pabrik baru tahun lalu. Toyota meresmikan pabrik senilai $ 527 juta di Tianjin, China pada Mei tahun lalu. Dengan berproduksinya pabrik tersebut, total kapasitas produksi Toyota dengan kongsinya, meningkat menjadi 420.000 unit atau hampir dua kali lipat sebelumnya.

Penjualan mobil di China tumbuh 11% dalam sembilan bulan pertama tahun ini, menjadi 5,1 juta unit. Produsen-produsen otomotif Jepang menguasai 31% pangsa pasar otomotif China yaitu 1,16 juta unit. Ini peningkatan signifikan, karena dalam periode yang sama tahun lalu, pangsa pasarnya 22%. Produsen otomotif Jepang kini jadi yang terbesar di antara produsen otomotif asing yang memproduksi mobilnya di China.

Di tingkat global, Toyota sudah melewati GM. Sepanjang paruh pertama tahun ini, Toyota menjual 2,41 juta unit, sementara GM 2,29 juta unit.

sumber : toyota-astra
Read More..

Fasilitas Tes Tabrakan Pertama di Luar Jepang


Toyota Technical Center (TTC), divisi dari Toyota Motor Engineering & Manufacturing North America , Inc. (TEMA) meresmikan kampusnya di York, Township, Michigan, Rabu (22 Oktober).

Kampus baru ini akan mengurusi rencana produksi dan engineering design operations, sekaligus fasilitas test tabrak pertama di luar Jepang.

TTC berbasis di Ann Arbor, Michingan. Merupakan fasilitas riset dan pengembangan kendaraan baru di Amerika Utara sejak 1977. Kampus baru di York itu menelan investasi $ 187 juta. Hingga akhir 2010, kampus ini akan menyerap 400 staf tambahan untuk TTC.

Kampus TTC di Ann Arbor tetap melakukan aktifitas evaluasi, disain dan pengembangan sistem penggerak mobil (mesin-transmisi), penelitian material-material baru dan teknologi-teknologi tercanggih saat ini.

Toyota bertekad untuk terus berupaya mengembangkan dan menawarkan produk-produk yang cocok dengan kondisi kawasan dan memenuhi keinginan konsumen.

sumber : toyota-astra
Read More..

Mobil Hibrida Terganjal Regulasi


JAKARTA, - Meski telah teruji ramah lingkungan dan irit bahan bakar, ternyata tak mudah untuk membawa mobil hibrida masuk ke pasar otomotif Tanah Air. Marketing Communication Toyota Hari Arifianto mengatakan, ada regulasi yang menghambat pemasaran mobil jenis ini di pasar Indonesia. Terutama, mengenai harga jual yang masih jauh di atas kendaraan non hibrida. Padahal, sebenarnya dapat dijual dengan harga yang lebih bersaing.

Hari mencontohkan, Toyota Prius, salah satu produk mobil hibrida yang baru dikenalkan Toyota. Karena masih harus didatangkan dari Jepang, kendaraan ini dibanderol tak kurang dari Rp490 juta. Padahal, bisa saja dijual dengan harga yang tak jauh dari Altis di kisaran Rp 280-290 juta. Kesenjangan harga yang cukup jauh, dinilai menjadi faktor yang menyulitkan untuk melepasnya ke pasar.

"Prius hibrida ini kan kita datangkan dari Jepang. Regulasi pemerintah tentang ini belum kondusif. Kurang kondusifnya, karena kendaraan ini diimpor dari Jepang, sehingga luxury tax-nya cukup tinggi. Kalau dari Jepang nggak ada diskon Asia Free Trade Area. Sehingga harga yang diperoleh estimasinya sekitar 490 juta-an. Tentunya kita merasa ini bukan level harga optimum sebuah Prius untuk dijual secara massal di Indonesia," kata Hari.

Di Indonesia sendiri, Prius baru tersedia 6 unit. Namun tidak untuk dijual umum, melainkan dirotasi untuk di-test drive oleh kalangan pejabat dan selebritis. Untuk mengkampanyekan pentingnya kendaraan hibrida, Toyota telah melakukan safari di beberapa universitas untuk memperkenalkan sistem hibrida ini. Diantaranya ke ITB, UI, ITS dan UGM. Harapannya, bisa memberi dorongan kepada pemerintah untuk menciptakan regulasi yang ramah terhadap kendaraan ramah lingkungan.

"Pentingnya kendaraan hibrida ini ini tidak hanya dari sisi jualan mobil semata. Kalau kita sharing tentang teknologinya ke universitas, akan semakin diketahui bahwa kendaraan ini irit konsumsi bahan bakar. Efeknya, pemerintah bisa mengurangi dana subsidi bahan bakar sehingga bisa dialokasikan untuk yang lebih penting. Misalnya kesehatan dan pendidikan. So far, regulasinya belum berubah. Siapa tau kalau kalangan pendidikan dan masyarakat makin akrab, pemerintah akan tergerak," lanjut Hari.

Ditambahkan Hari, kabar terakhir menyebutkan mobil hibrida bisa dijual dengan harga lebih murah, jika perakitan dilakukan di Indonesia. Namun, untuk perakitan ini masih harus diperhitungkan sisi ekonomisnya. "Kita harus perhitungkan kalau dirakit disini terkait volume atau sisi ekonomis ada berapa banyak kendaraan yang harus dijual. Sehingga, harga perakitannya bisa menutup operasionalnya secara ekonomis," pungkas dia.

Read More..

Followers

 

INFORMASI TOYOTA. Copyright 2008 All Rights Reserved Rudy Sunaryo